Sumber: MIlist/Anonymous
Seorang ayah bingung mendengarkan doa putrinya yang
masih kecil ketika akan tidur, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah,
lindungi nenek, dan terimalah kakek." "Kenapa doamu untuk kakek
bunyinya seperti itu?" tanya ayahnya. Si kecil menjawab,
"Nggak tahu, Yah. Aku pengen aja ngomong seperti itu.
" Entah apa yang terjadi, seesokan harinya sang kakek meninggal dunia.
Suatu kebetulan yang sangat aneh, pikir si ayah. Beberapa hari
kemudian sang ayah menidurkan kembali putrinya dan
mendengar si anak berdoa, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah, dan
terimalah nenek." Dan keesokan hari, sang nenek meninggal dunia.
Astaga, pikir si ayah, anak gua bisa berkomunikasi dengan alam gaib!
Seminggu kemudian si ayah kembali mendengarkan anaknya berdoa, "Tuhan,
lindungi ibu dan terimalah ayah." Deg! Kontan saja sang
ayah terkejut. Malam itu ia nggak bisa tidur memikirkan kejadian yang
akan menimpanya besok pagi.
Ketika mengemudi sampai kantor pikirannya nggak karuan. Jam makan siang
telah lewat, namun tidak terjadi apa-apa. Si ayah makin cemas. Ia
memilih menghabiskan hari itu di kantor, minum kopi dan begadang
menunggu tengah malam tiba. Ketika jarum jam menunjukkan 00.01, si ayah
lega. Hari itu telah lewat dan ia masih selamat. Dengan langkah ringan
ia pun kembali ke rumah.
"Ya, ampun... tumben-tumbennya kamu kerja lembur. Ada apa sih?" tanya
istrinya ketika membukakan pintu. "Aku nggak mau ngomongin masalah ini.
Pokoknya hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku," kata si
suami. Kata istrinya, "Kalau kamu mendengar cerita yang akan aku
sampaikan, kamu pasti nggak akan menyangka kalau hari ini
lebih buruk dari yang kamu duga. Tahu nggak, tadi pagi tukang susu
langganan kita meninggal dunia ketika mengantarkan susunya
kemari." "Ayah :??????????????????????"
|
Ditulis oleh Husam Suhaemi
|
|
Sunday, 27 November 2005 |
|
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 10 May 2006 )
|
Number of comments (0) - Add your comments to this article... You are not authorized to leave comments - please login. |