|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber:
Johan
0813 1917 8155
PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia (Franchise)
Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juanda No. 8, Bogor 16121
Telp. 0251-347620, 0251-350400 ext. 59
Fax. 0251-347608
e-mail. info@fatmawati.com
www.fatmawati.com
Satu lagi alternatif sayuran yang mempunyai khasiat sebagai pembantu
mengatur kerja tubuh agar lebih optimal, dan bahkan bisa melawan virus
yang sangat ditakuti manusia, Human Imunodeficiency Virus atau
lebih dikenal sebagai HIV.
Sayuran eksotik pare, yang sering digunakan sebagai lalapan ternyata
mengandung khasiat lebih bagi kesehatan. Pare alias pria (Momordica
charantia) kaya mineral nabati kalsium dan fosfor, juga karotenoid.
Pare mengandung zat yang luar biasa bermanfaat sebagai anti HIV-AIDS,
yang disebut 'bitter melon'. Zat ini dinamai alpha-momorchorin, beta-
momorchorin dan MAP30 (momordica antiviral protein 30).
Kapsul berisi bubuk biji pare sudah lazim dipasarkan di AS, dan senyawa
tersebut diakui menahan laju perkembangan virus HIV-AIDS. Berkat terapi
pare, para pengidap HIV-AIDS di Thailand dan AS secara klinis tampak
lebih sehat dan berat badannya meningkat. Tak berlebihan kiranya jika
para ahli optimis dalam 10 tahun ke depan bakal ditemukan obat untuk
memerangi HIV-AIDS.
Selain ampuh menghambat perkembangan virus HIV-AIDS, pare juga dikenal
menjadi idola bagi pengidap diabetes karena dipercaya mengendalikan
kadar gula darah. Dalam pare ditemukan zat menyerupai sulfonilurea,
bahan aktif obat diabetes yang sudah lama dikenal dan banyak diresepkan
dokter. Senyawa ini bertugas merangsang sel beta kelenjar pankreas
memproduksi hormon insulin lebih banyak dan meningkatkan simpanan
cadangan gula gula darah pada hati, sehingga gula yang beredar dalam
darah dapat diantisipasi yang pada akhirnya kadar gula darah terkendali.
Ternyata alam Indonesia mempunyai potensi sumber obat-obatan yang melimpah. Kenapa masih kalah dari negara lain?
Semoga menjadi motivasi untuk hidup sehat dan terus berkarya.
|
Pare sebagai Anti HIV-AIDS |
|
|
|
|
Ditulis oleh Husam Suhaemi
|
|
Friday, 16 September 2005 |
|
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 10 May 2006 )
|
Number of comments (0) - Add your comments to this article... You are not authorized to leave comments - please login. |
| |
|
|
|