|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber: Milist
Penulis: Anonymous
Bahwa sebenarnya, manusia itu tidak ada yang sempurna...
Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa yakin bahwa Tuhan
pasti akan memberikan seorang perempuan yang sangat cantik dan sempurna
pula untuk pasangan hidupnya. Maka ia pun berkeliling ke seluruh
pelosok untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia di sebuah desa.
Ia bertemu dengan seorang petani yang mempunyai tiga orang anak
perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak
petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi
bingung mana yang paling sempurna. Petani menganjurkan untuk mengencani
mereka satu persatu dan si lelaki pun setuju.
Hari pertama ia pergi dengan anak perempuan yang sulung.
Ketika pulang, ia berkata kepada si petani, "Anak sulung bapak
mempunyai satu cacat kecil, yaitu telinga kirinya lebih besar dari
telinga kanannya."
Hari berikutnya ia pergi dengan anak perempuan yang kedua dan ketika pulang, ia berkata,
"Anak kedua bapak juga mempunyai cacat kecil yaitu matanya agak juling."
Akhirnya, pergilah ia dengan anak perempuan yang bungsu.
Begitu pulang, ia dengan gembira mendatangi si petani, "Inilah yang saya cari. Ia benar-benar sempurna."
Lalu menikahlah si lelaki dengan anak perempuan yang bungsu. Delapan bulan sepuluh hari kemudian si istri melahirkan.
Dengan penuh kebahagiaan, si lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya.
Ketika si anak lahir, ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek.
Ia menemui bapak petani dan bertanya, "Kenapa bisa terjadi seperti ini, pak?
Anak bapak cantik dan saya tampan. Kenapa anak saya bisa sejelek itu?"
Si petani menjawab, "Anak bungsu mempunyai satu cacat kecil yang tidak
terlihat olehmu di waktu kencan pertamamu dengan dia. Waktu itu ia
sudah hamil duluan..................."
|
Ditulis oleh Husam Suhaemi
|
|
Friday, 16 September 2005 |
|
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 10 May 2006 )
|
Number of comments (0) - Add your comments to this article... You are not authorized to leave comments - please login. |
| |
|
|
|